Pages

Monday, January 2, 2012

Menjadi Ibu Butuh Ilmu

Menjadi seorang ibu adalah sebuah anugrah. sesuatu yang wajib untuk disyukuri. itulah yang ada di benakku saat ini. bersyukur lebih lagi ketika orang-orang di sekitarku harus berjuang dan harus banyak bersabar menanti hadirnya buah hati. sedangkan aku yang mempunyai buah hati di usia pernikahan yang ke empat tetap harus bersyukur. karena aku bisa menikmati kebersamaan lebih lama bersama suami, tiga tahun hanya berdua cukup bagiku. amanah seorang anak itu hadir di saat yang tepat. ya, tepat setelah studiku selesai. bisa dibilang satu tahun yang sempurna. di tahun yang sama aku menyelesaikan studiku dan juga memiliki buah hati.

Mensyukuri nikmat tak lantas berhenti sampai di situ. bertambah peran dari seorang istri menjadi seorang ibu tentu tidak mudah. meskipun telah mempelajari banyak teori, bergabung di banyak forum, dan belajar dari pengalaman orang lain tetap merasa kurang. seperti saat ini, buah hatiku genap berusia dua bulan. selama dua bulan ini aku mempelajari hal-hal baru setiap harinya. dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan serta kedewasaan dalam bersikap. Mulai dari merelakan sebagian besar waktu istirahatku untuk mengurus si kecil, waktu untuk diri sendiri sering dikorbankan, hingga harus mempunyai stok kesabaran segudang, menahan diri agar tidak emosional ketika si kecil rewel. percayalah kawan...cara kita memperlakukan buah hati berpengaruh pada pribadi buah hati kita kelak. karena anak adalah peniru ulung. pada akhirnya aku berpikir bahwa untuk menjadikan anak yang berkualitas dimulai dari orangtua yang berkualitas, terutama sang ibu. karena kualitas anak ditentukan oleh kualitas ibunya. ibu yang lebih bayak menghabiskan waktu bersama anak saat sang ayah bekerja. kualitas yang dimaksud adalah kualitas dari segi religi, intelektual, maupun akhlak.

semangat membentuk pribadi yang berkualitas pada buah hatiku membuatku terus dan terus berbenah memaksimalkan hubungan vertikal yakni hubungan dengan sang pencipta, juga memperbaiki hubungan secara horizontal yaitu hubungan dengan sesama. percayalah...dibalik anak-anak berkualitas, berdiri orangtua yang berkualitas. ayo para bunda...sama-sama terus belajar dan belajar, berbenah diri demi buah hati kita. itulah wujud syukur kita atas amanah dariNya.

Sunday, January 1, 2012

Tahun Kelinci Yang Penuh Berkah

tahun 2011 baru saja berlalu dan berganti dengan tahun baru, yakni tahun 2012. namun tahun 2011 tidak akan pernah aku lupakan. karena di tahun kelinci tersebut Tuhan telah memberiku banyak "hadiah". aku yang dilahirkan dengan shio kelinci menuai banyak berkah di tahun kelinci. dimulai dari awal tahun 2011, Tuhan telah memberiku kesempatan menempati hunian yang lebih layak dari sebelumnya. hunian yang nyaman serta lingkungan yang tenang adalah nikmat yang harus disyukuri. karena lingkungan berpengaruh terhadap kesehatan hati kita. belum genap sebulan menghuni tempat yang baru, Tuhan telah memberiku anugrah yang lain. di usia pernikahanku yang jalan ke angka 4, aku hamil. ya.. aku hamil di saat studiku telah memasuki tahun terakhir. menyelesaikan skripsi di masa-masa awal kehamilan terasa berat bagiku. karena aku mengalami morning sickness yang sedikit beda dari para calon ibu pada umumnya. riwayat kesehatanku yang pernah bermasalah dengan lambung membuatku sedikit perlu perjuangan melewati tiga bulan pertama. perjuangan semakin berat ketika aku harus berkejaran dengan waktu menyelesaikan skripsiku. namun semua bisa terlewati dengan senyuman karena suami selalu ada di sisi.
di akhir tahun 2011 semua perjuanganku berbuah manis. di bulan ke sembilan usia kehamilanku, aku berhasil menyelesaikan studiku. oktober 2011 aku diwisuda bersama jagoan kecilku yang masih ada di dalam kandungan. dan dua minggu setelah itu, tepatnya 3 november 2011 aku melahirkan putra pertamaku dengan persalinan normal dengan berat 2,4 kg dan panjang 47 cm. Tahun 2011 Tuhan telah melengkapi kebahagiaan keluarga kecilku. Hadirnya buah hatiku adalah anugrah yang tak terhingga nilainya. oleh karena itu kami memberinya nama armaghan anargya. dan di awal tahun baru ini aga telah genap dua bulan.

Tuesday, October 26, 2010

NEGERI 5 MENARA


Membaca novel ini mengingatkanku akan masa lalu. Saat-saat aku merajut impian, melewati segala rintangan demi sebuah cita-cita. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sugguh akan berhasil. Kekuatan sebuah tekad. Tanpa sadar, sebenarnya aku selama ini telah menerapkan semboyan itu. Bila kuterawang bertahun-tahun yang lalu, aku juga mempunyai banyak mimpi seperti alif serta menjalani kehidupan berbeda dari mimpi-mimpiku. Awalnya juga kujalani dengan setengah hati. Tapi kini tak pernah kusesali jalan hidup yang telah dipilih Tuhan untukku. Dengan jalan ini, perlahan terwujud mimpi-mimpi besarku. Kalau alif menggenggam Man Jadda Wajada untuk mewujudkan mimpinya, aku mendekap motto You Can If You Think You Can sebagai kekuatanku menggapai mimpi besarku. Kekuatan terbesar alif mewujudkan mimpinya adalah birul walidain,berbakti kepada orang tua terutama kepada ibu. Dan aku telah dan sedang melakukan itu. Orang tua tahu apa yang terbaik buat anaknya.

Setelah membaca novel ini, ada yang berontak dalam diriku. Keinginanku kembali mempelajari bahasa-bahasa dunia yang sempat aku pelajari, yang terlupakan oleh pasal-pasal KUHP dan KHI, bidang yang aku geluti sekarang. Kalau alif saja bisa mempraktekkan dua bahasa dalam empat bulan, kenapa aku tidak?kalau alif bisa merantau ke negeri orang untuk melanjutkan belajarnya,kenapa aku tidak bisa? Dengan kekuatan Man Jadda Wajada, semua bisa terwujud. Dan aku mulai Man Jadda Wajada dengan mempraktekkan English area di keluarga kecilku, serta berusaha mencari peluang untuk bisa menyusul alif ke negeri orang.

Friday, March 5, 2010

KETIKA KUNYIT NONGKRONG DI PIPI

Kulitku bukan jenis kulit berminyak, jadi dari masih sekolah dulu bisa dihitung dengan jari deh kapan si miss J alias jerawat nongol di wajah imoetku (narsis). Tapi setelah aku menikah satu setengah tahun lalu, entah kenapa jerawat tu sering banget berkunjung ke pipi mulusku. Kalau jerawat udah nongol, aku pasti jadi heboh, gak bisa jauh-jauh dari cermin. Seperti saat ini, ada jerawat nongol di dagu dan pipi, akhirnya browsing tips menghilangkan jerawat. Ada satu tips yang membuatku ingin mencoba, yaitu “ambil sedikit asam jawa+beberapa cm kunyit. Kunyit ditumbuk, campurkan dengan asam jawa dan sedikit air. Oleskan sebagai masker ke muka, biarkan selama 20 menit setelah itu cuci muka.” Dengan pedenya ku coba ramuan itu sebelum mandi sore, meskipun baru pertama kali mempraktekkan ramuan itu, tapi aku yakin jerawatku akan mengecil trus hilang deh. Melihat parutan kunyit nongkrong di pipi, suamiku tertawa sambil berkata, “awas lho, ntar wajahnya kayak spongebob, kuning semua”. Tapi ledekan suamiku ku abaikan, setelah 20 menit, ku cuci muka, dan apa yang terjadi?hah…alamak…bukannya jerawat hilang dan wajah jadi kuning langsat, tapi malah jadi kuning spongbob, karena bekas kunyit masih menempel di wajahku. Lengkap sudah aku menjelma menjadi kakaknya spongebob karena kebetulan aku mengenakan kaos bergambar spongebob yang baru aku beli kemarin waktu jalan-jalan. Dan suamiku, tak kuasa menahan tawa, “huahahahaha, benerkan kata mas, kunyit di tangan aja susah hilangnya, apa lagi kunyit nongkrong di pipi?”. Tambah manyunlah aku mendengar komentar suamiku. Alhasil, aku gak berani keluar rumah sampai esok hari.

SUDAHKAH KITA MENG-ASURANSI-KAN DIRI KITA KEPADA-NYA?

Akhir-akhir ini perusahaan asuransi menjamur di negeri kita. Tidak hanya asuransi konvensional maupun asuransi syari’ah.tentang asuransi, pasal 246 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) menjelaskan bahwa asuransi adalah “suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tentu.” Asuransi yang ditawarkan bermacam-macam, mulai dari asuransi pendidikan, kesehatan, jiwa, kerugian, dan masih banyak lagi. Dengan membayar premi tiap bulan yang telah disepakati dalam polis (perjanjian asuransi), kita akan mendapat sejumlah uang pertanggungan apabila terjadi sesuatu dengan kita. Sebenarnya kita bisa mengasuransikan diri kita tanpa mengeluarkan uang premi. Sebagai seorang muslim, Allah adalah tempat kita meminta pertolongan dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Janji Allah pun tentang pertolongannya banyak kita jumpai dalam ayat-ayat-Nya. salah satunya adalah berbunyi “jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu”, Semua kesulitan kita akan mudah di acc apabila kita dekat dengan-nya. Ini sama halnya kita mengasuransikan diri kepada-Nya dengan premi berupa kesungguhan menjalankan ibadah yang kita lakukan sehari-hari, baik ibadah secara tekstual seperti shalat, puasa, dzikir, atau ibadah secara kontekstual, artinya semua aktivitas kita, yang kita lakukan dengan ikhlas. Dan janji-janji Allah tersebut sebagai polis (perjanjian asuransi). So, sudahkah kita mengasuransikan diri kita kepada-Nya? Jika membutuhkan pertangguhan dari Allah berupa harta, kesehatan, atau dalam bentuk lain sewaktu-waktu, sudahkan kita memperbaiki kualitas ibadah kita?sebagai ganti premi yang harus kita bayar. Mudah bukan?tanpa harus menyetor sejumlah uang ke perusahaan-perusahaan asuransi, kita sudah mendapatkan asuransi otomatis dari “dzat yang ngecat cabe”, cukup dengan bersungguh-sungguh bertawakkal kepada-Nya.

You know…coretan ini terlintas dibenakku saat dosenku menjelaskan tentang asuransi waktu kuliah Hukum Asuransi di Indonesia.hahaha…

 
Copyright 2010 dekCrayon Tata. Powered by Blogger
Blogger Templates created by DeluxeTemplates.net
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase