Pages

Monday, August 18, 2014

FILOSOFI KEPITING

Hari raya idul fitri kemarin ada seorang kerabat mengutarakan keinginannya berhenti bekerja dan memulai usaha roti bakar. Namun istri dan saudara-saudaranya tidak setuju dengan langkah yang akan diambil oleh kerabat tersebut. Karena selama ini kerabat saya bisa dibilang sudah berada di zona nyaman. Menjadi kepala toko dengan gaji jauh diatas rata-rata Upah Minimum regional.

Pernah tidak berada dalam situasi ingin melakukan terobosan-terobosan baru,ingin memulai usaha, ingin menemani buah hati dirumah sambil berwirausaha sementara orang-orang terdekat kita malah menyarankan sebaliknya. Meminta kita tetap bekerja karena gaji yang pasti atau dengan alasan sayang dengan ijazah kita, sekolah sampai ke perguruan tinggi tapi tidak bekerja.

Hal yang kita alami seperti filosofi kepiting yang menggambarkan bagaimana keinginan seseorang untuk keluar dari sebuah komunitas atau lingkungan yang tidak mendukung keinginan untuk menjadi wirausahawan. Sebuah lingkungan yang menentang keberanian kita mencoba hal-hal baru. Coba kita amati dan melakukan sebuah eksperimen dengan menempatkan puluhan kepiting dalam sebuah keranjang. Kita bisa melihat betapa sulitnya seekor kepiting untuk keluar dari keranjang. Kesulitan tersebut timbul bukan karena ketidakmampuan untuk melakukannya, namun karena usahanya terus dihalang-halangi oleh komunitasnya. Pada saat seekor kepiting mencoba naik dan ingin keluar dari keranjang, kepiting-kepiting yang lain akan menariknya sehingga kepiting itu terjatuh kembali. Dia terus mencoba namun lagi-lagi kepiting yang lain menariknya. Begitu seterusnya hingga kepiting tersebut tetap berada dalam keranjang bersama yang lain, tidak kemana-mana. Anehnya, jika ada satu kepiting sukses, bisa keluar dari keranjangnya, maka kepiting-kepiting lain akan beramai-ramai mengikutinya.

Filosofi ini menjelaskan bahwa dibutuhkan keinginan kuat dan kerja keras bagi kita untuk keluar dari komunitas atau lingkungan yang tidak mendukung kita untuk terjun menjadi wirausahawan. Biasanya hambatan yang paling berat untuk memulai usaha adalah keluarga kita sendiri. Mereka tidak mendukung apa yang mau kita lakukan. Terlebih lagi jika kita berasal dari keluarga yang tidak memiliki latar belakang wirausaha. Namun sebagaimana yang dilakukan oleh kepiting, kita harus yakin dan terus mencoba untuk bisa memberikan pengertian dan keyakinan kepada keluarga kita bahwa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri lebih baik daripada mengejar-ngejar lowongan kerja. Dan apabila kita sukses maka banyak yang akan beramai-ramai mengikuti jejak kesuksesan kita sebagaimana ditunjukkan filosofi kepiting di atas.

Terinspirasi dari tulisan bapak ariyanto dalam bukunya 40 solusi bisnis dahsyat 

Tuesday, November 13, 2012

Sederhana Tapi Perlu

Menikah adalah dambaan setiap orang. Mempunyai seseorang yang bisa diajak berbagi suka dan duka sungguh menyenangkan. Semua orang bisa memasuki gerbang pernikahan namun hanya sedikit yang bisa merawat dan menjaga agar rumah tangganya serasa seperti awal-awal menikah. Idealnya bertambah tahun pernikahan masing-masing individu lebih memahami karakter dan keinginan pasangan. Sehingga tercipta suasana yang hangat dalam keluarga. Tetapi tak jarang semakin bertambah matang usia pernikahan maka semakin terasa hambar. Kesibukan dan frekuensi kebersamaan sering menjadi penyebab pernikahan tak semanis dulu. Ada titik jenuh ketika bertemu dengan orang yang sama lebih dari dua belas jam sehari. Disinilah kita harus pandai-pandai mengolah rasa, peka terhadap apa yang dirasakan pasangan. Ada beberapa hal sederhana yang bisa tetap menghangatkan suasana dalam keluarga. Diantaranya senyum, ya sering tersenyum di depan pasangan kita adalah hal sederhana tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Ketika pasangan sudah terlalu suntuk dengan aktivitasnya di luar rumah, maka yang diharapkan saat memasuki rumah adalah disambut dengan senyum terindah pasangannya. Lelah seharian di luar rumah akan terkikis oleh sambutan senyum.
Yang kedua hadir sepenuhnya. Tidak dipungkiri di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini, hampir setiap orang punya gadget canggih yang bisa menghubungkan dengan siapa saja. Keluarga,teman, bahkan rekan bisnis nan jauh disana akan terasa dekat. Namun hal yang sering diabaikan malah kehadiran orang terdekat. Komunikasi dengan orang-orang terdekat seperti pasangan atau anak justru hanya sekedarnya. Mungkin secara fisik hadir buat keluarga tapi pikiran dan hati tidak sepenuhnya hadir. Hal ini bisa mengganggu keharmonisan sebuah keluarga. Tidak ada salahnya kita meluangkan waktu, hadir sepenuhnya untuk keluarga kita, tak harus berjam-jam. Karena ketika kita hadir sepenuhnya maka pasangan dan anak-anak merasa mendapatkan perhatian yang cukup sehingga tidak perlu mencari perhatian lain di luar keluarga. Kehadiran pihak-pihak lain pun bisa diminimalisir, suasana dalam keluarga tetap hangat.

Friday, October 5, 2012

I am back...

hmmmm gak terasa buah hatiku sudah mau tiup lilin.berarti sudah hampir setahun keluarga kecilku diramaikan oleh tangis dan tawa si kecil.terlalu sibuk menemani dan mengamati tumbuh kembang si kecil hingga lupa dengan hobi corat coretnya.terlalu heboh menyiapkan menu makanan sehat buatan sendiri,menyimak diberbagai forum para bunda berbagi cerita tentang buah hatinya, menyerap banyak ilmu dari para pakar, menemani si kecil melewati tahapan demi tahapan. rasanya energi yang ada semua tercurah buat si kecil.hmmm learning by doing memang membutuhkan energi besar. sementara bundanya sedang belajar apa dan bagaimana menjadi bunda cerdas buat buah hatinya, tumbuh kembang si kecil terus melaju.sempat keteteran juga sih tapi tak ada kata terlambat.semaksimal mungkin berusaha memberikan yang terbaik buat dek aga.

keinginan menulis lagi timbul ketika melihat banyak para bunda yang mendokumentasikan hari-hari mereka bersama buah hatinya di blog pribadinya.selama ini aku berfikir kapan aku menulis? siang sudah sibuk dengan pekerjaan rumah dan menemani si kecil,malam hari ketika menemani si kecil bobok seringnya ikut bobok juga. tapi saat melihat teman-teman di media sosial sering mengupdate blog pribadinya, aku pun ingin menyambangi blogku.ya...aku ingin menulis lagi.karena ternyata aku terakhir menulis ketika dek aga umur dua bulan.berarti setahun yang lalu. alasan lain mengapa aku ingin kembali menulis adalah naluri ingin berbagi. karena selama hampir setahun ini yang aku lakukan menyerap, menyerap, dan menyerap ilmu saja. aku akui dua grup di facebook, tambah asi tambah cinta dan homemade healthy baby food telah menyumbangkan banyak pengetahuan bagiku sebagai newmom. dan pada kenyataannya banyak para bunda atau calon bunda yang belum bergabung di dua grup keren tersebut. sehingga apa yang aku dapat dari sana ingin aku bagi kepada para bunda yang lain yang tidak atau belum menjadi member dua grup tersebut. harapanku semoga akan lebih banyak bunda yang bisa menjadi dokter pribadi dan ahli gizi buat buah hatinya. dan yang terpenting bisa lebih selektif dalam memberikan yang terbaik buat buah hatinya ditengah genjarnya iklan di berbagai media massa yang semakin membuat para bunda bingung memiliih mana yang terbaik buat si kecil. tetap semangat ya bunda...

Monday, January 2, 2012

Menjadi Ibu Butuh Ilmu

Menjadi seorang ibu adalah sebuah anugrah. sesuatu yang wajib untuk disyukuri. itulah yang ada di benakku saat ini. bersyukur lebih lagi ketika orang-orang di sekitarku harus berjuang dan harus banyak bersabar menanti hadirnya buah hati. sedangkan aku yang mempunyai buah hati di usia pernikahan yang ke empat tetap harus bersyukur. karena aku bisa menikmati kebersamaan lebih lama bersama suami, tiga tahun hanya berdua cukup bagiku. amanah seorang anak itu hadir di saat yang tepat. ya, tepat setelah studiku selesai. bisa dibilang satu tahun yang sempurna. di tahun yang sama aku menyelesaikan studiku dan juga memiliki buah hati.

Mensyukuri nikmat tak lantas berhenti sampai di situ. bertambah peran dari seorang istri menjadi seorang ibu tentu tidak mudah. meskipun telah mempelajari banyak teori, bergabung di banyak forum, dan belajar dari pengalaman orang lain tetap merasa kurang. seperti saat ini, buah hatiku genap berusia dua bulan. selama dua bulan ini aku mempelajari hal-hal baru setiap harinya. dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan serta kedewasaan dalam bersikap. Mulai dari merelakan sebagian besar waktu istirahatku untuk mengurus si kecil, waktu untuk diri sendiri sering dikorbankan, hingga harus mempunyai stok kesabaran segudang, menahan diri agar tidak emosional ketika si kecil rewel. percayalah kawan...cara kita memperlakukan buah hati berpengaruh pada pribadi buah hati kita kelak. karena anak adalah peniru ulung. pada akhirnya aku berpikir bahwa untuk menjadikan anak yang berkualitas dimulai dari orangtua yang berkualitas, terutama sang ibu. karena kualitas anak ditentukan oleh kualitas ibunya. ibu yang lebih bayak menghabiskan waktu bersama anak saat sang ayah bekerja. kualitas yang dimaksud adalah kualitas dari segi religi, intelektual, maupun akhlak.

semangat membentuk pribadi yang berkualitas pada buah hatiku membuatku terus dan terus berbenah memaksimalkan hubungan vertikal yakni hubungan dengan sang pencipta, juga memperbaiki hubungan secara horizontal yaitu hubungan dengan sesama. percayalah...dibalik anak-anak berkualitas, berdiri orangtua yang berkualitas. ayo para bunda...sama-sama terus belajar dan belajar, berbenah diri demi buah hati kita. itulah wujud syukur kita atas amanah dariNya.

Sunday, January 1, 2012

Tahun Kelinci Yang Penuh Berkah

tahun 2011 baru saja berlalu dan berganti dengan tahun baru, yakni tahun 2012. namun tahun 2011 tidak akan pernah aku lupakan. karena di tahun kelinci tersebut Tuhan telah memberiku banyak "hadiah". aku yang dilahirkan dengan shio kelinci menuai banyak berkah di tahun kelinci. dimulai dari awal tahun 2011, Tuhan telah memberiku kesempatan menempati hunian yang lebih layak dari sebelumnya. hunian yang nyaman serta lingkungan yang tenang adalah nikmat yang harus disyukuri. karena lingkungan berpengaruh terhadap kesehatan hati kita. belum genap sebulan menghuni tempat yang baru, Tuhan telah memberiku anugrah yang lain. di usia pernikahanku yang jalan ke angka 4, aku hamil. ya.. aku hamil di saat studiku telah memasuki tahun terakhir. menyelesaikan skripsi di masa-masa awal kehamilan terasa berat bagiku. karena aku mengalami morning sickness yang sedikit beda dari para calon ibu pada umumnya. riwayat kesehatanku yang pernah bermasalah dengan lambung membuatku sedikit perlu perjuangan melewati tiga bulan pertama. perjuangan semakin berat ketika aku harus berkejaran dengan waktu menyelesaikan skripsiku. namun semua bisa terlewati dengan senyuman karena suami selalu ada di sisi.
di akhir tahun 2011 semua perjuanganku berbuah manis. di bulan ke sembilan usia kehamilanku, aku berhasil menyelesaikan studiku. oktober 2011 aku diwisuda bersama jagoan kecilku yang masih ada di dalam kandungan. dan dua minggu setelah itu, tepatnya 3 november 2011 aku melahirkan putra pertamaku dengan persalinan normal dengan berat 2,4 kg dan panjang 47 cm. Tahun 2011 Tuhan telah melengkapi kebahagiaan keluarga kecilku. Hadirnya buah hatiku adalah anugrah yang tak terhingga nilainya. oleh karena itu kami memberinya nama armaghan anargya. dan di awal tahun baru ini aga telah genap dua bulan.

 
Copyright 2010 dekCrayon Tata. Powered by Blogger
Blogger Templates created by DeluxeTemplates.net
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase